Senin, 21 Februari 2011

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah


Ketahuilah Dunia Itu Terlaknat!

Posted: 21 Feb 2011 04:00 PM PST

Dunia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang harus dijauhi. Namun dunia bisa menjadi penghalang untuk bisa sampai kepada Allah. Harta pada dasarnya bukanlah sesuatu yang di benci. Namun, harta itu tercela jika dia melalaikan dari mengingat Allah. Betapa banyak kaum muslimin yang tertipu dengan gemerlap dunia sehingga lupa akan tujuan penciptaannya. Ironisnya mereka tidak menyadari hal tersebut dan ketika dirinya ditanya, "Apakah yang engkau inginkan, dunia ataukah akhirat?" Serentak dirinya menjawab, "Saya menginginkan akhirat!" Padahal keadaan dirinya menjadi saksi atas kedustaan ucapannya tersebut.

Kesenangan Dunia, Fitnah Bagi Umat Ini

Cinta terhadap keindahan dan kenikmatan dunia adalah sesuatu yang menjadi ciri khas makhluk Allah yang bernama manusia. Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS. Ali Imran: 14)

Demikianlah watak asli manusia, sehingga tidak ayal lagi hal itulah yang banyak menjerumuskan manusia sehingga hatinya terkait dengan dunia padahal tidak dipungkiri lagi keterkaitan hati dengan dunia merupakan fitnah sekaligus musibah yang menimpa umat ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

{ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ }

"Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah bagi umatku adalah harta." (HR. Tirmidzi dalam Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih)

Maka sungguh mengherankan tatkala seseorang yang seharusnya beramal untuk mencapai surga yang luasnya bagaikan langit dan bumi, justru tenggelam dalam fitnah dunia dan harta. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sangat khawatir bila pintu-pintu kesenangan duniawi telah dibukakan bagi umat ini karena hal itulah yang menyebabkan mereka berpaling dari agama. Wallahul musta'an.

Dunia Itu Terlaknat!

Kaum muslimin, mari bersama kita renungkan hadits berikut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

{ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ }

"Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang 'alim atau penuntut ilmu syar'i." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dalam Shohihul Jami', Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Perlu kiranya kita merenungkan hadits ini dengan seksama, di golongan manakah diri kita berada, apakah kita termasuk golongan yang mendapat rahmat dan terjauh dari laknat ataukah sebaliknya diri kita justru termasuk orang-orang yang mendapat laknat, menjadi budak dunia dikarenakan sebagian besar aktivitas kita atau bahkan seluruhnya hanya bertujuan untuk meraih kenikmatan dunia yang fana ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sangat mencela orang-orang yang tunduk pada dunia dan semata-mata tujuannya adalah mencari dunia dalam sabda beliau:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ

"Celakalah budak dinar (uang emas), celakalah budak dirham (uang perak), celakalah budak khamishah (pakaian yang cantik) dan celakalah budak khamilah (ranjang yang empuk)." (HR. Bukhari)

Inilah celaan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam kepada orang yang kesehariannya menjadi budak harta dan berbagai kesenangan dunia. Renungkanlah dengan penuh kejujuran dan jawablah di golongan manakah diri kita berada? Apakah kita termasuk orang yang menjadi budak dunia ataukah orang yang tujuan hidupnya adalah beribadah kepada Allah? Renungkanlah sekali lagi hal ini!

Kaitkanlah Hatimu Dengan Akhirat

Saudaraku, jangan jadikan hatimu terkait dengan dunia, jangan sampai dunia masuk ke dalam hatimu dan bercokol di dalamnya, teladanilah generasi terbaik umat ini, mereka menggenggam dunia, namun cukup sampai di situ dan tidak merasuk ke dalam hati. Maka jadilah mereka generasi yang mencurahkan segenap jiwa raganya untuk kehidupan akhirat, dunia sebatas di genggaman mereka sehingga mudah dilepaskan, mudah untuk diinfakkan di jalan Allah. Adapun kita wahai kaum muslimin, aina nahnu min haaulaai (di manakah kedudukan kita jika dibandingkan mereka)? Di mana?! Tentu sangat jauh dari mereka!

Oleh karena itu wajib bagi diriku dan dirimu untuk merenungi sekali lagi bahkan senantiasa merenungi apakah tujuan kita diciptakan di dunia ini. Sangat mengherankan jika seorang muslim telah mengetahui tujuan penciptaannya kemudian lalai dari hal tersebut, bukankah inilah puncak kedunguan?! Sekali lagi, mari kita senantiasa mengaitkan amalan kita dengan akhirat, jika anda seorang yang mempelajari ilmu dunia, maka niatkanlah untuk akhirat, niatkanlah bahwa dirimu dengan ilmu tersebut akan membantu kebangkitan kaum muslimin. Jika anda seorang pengajar, dosen atau semisalnya, maka niatkanlah aktivitas mengajar anda untuk akhirat dan kebangkitan kaum muslimin, demikian juga seluruh profesi, maka niatkanlah untuk akhirat.

Namun apabila niat anda justru sebaliknya, anda belajar, mengajarkan ilmu dunia, berbisnis dan melakukan aktivitas dunia lainnya hanya sekedar untuk mendapatkan dunia, maka anda telah merugi karena telah melewatkan keuntungan yang amat banyak dan janganlah anda mencela kecuali diri anda sendiri.

اَللّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا

"Ya Allah, janganlah engkau jadikan musibah dalam urusan agama kami, dan jangan pula engkau jadikan dunia ini adalah tujuan terbesar dan puncak dari ilmu kami."

Amin Ya Sami'ad Da'awat. Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihat, allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim

Artikel www.muslim.or.id

PENERIMAAN SANTRI BARU PONDOK PESANTREN IMAM BUKHARI TAHUN PELAJARAN 2011-2012

Posted: 21 Feb 2011 06:24 AM PST

TUJUAN :
Membentuk Generasi Thalibul ‘Ilmi yang bermanhaj Salaf dalam Berakidah, Beribadah, Berakhlaq, Bermuamalah dan Berdakwah.

VISI :
Menjadi Lembaga Pendidikan dan Dakwah Islam Bermanhaj Salaf yang Unggul dan Amanah.

MISI:
Mengemban Risalah Dakwah, melalui jalur Lembaga Kaderisasi Ilmiah berbentuk Pondok Pesantren yang bermanhaj Salaf.


PROGRAM PENDIDIKAN

1. a
Program Ibtida'iyyah Tahfidzul Qur'an / Setingkat SD (6 tahun)
Putra dan Putri (Terpisah)

a
A. a Target
a
  • Hafal Al-Qur'an 30 juz
  • Hafal Hadits Arba'in Nawawi
  • Memahami dan menguasai Imu Syar'iyyah dasar yang terpenting, diantaranya: Tauhid, Fiqih, dan Hadits
  • Memahami dan menguasai Bahasa Arab tingkat dasar
  • Mengerti beberapa ilmu pengetahuan umum
  • Menguasai doa dan praktek ibadah dengan benar
B. Ijazah

Disamping mengeluarkan ijazah khusus pesantren, juga mengeluarkan ijazah Negara (melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket A)

2. a Program Mutawasithah/Setingkat SLTP Berlanjut Tsanawiyah/Setingkat SMU (6 Tahun)
Putra dan Putri (Terpisah)

a
A. a Target
a
  • Target hafalan Al Qur'an 10 Juz
  • Hafalan hadits-hadits ahkam dan pilihan
  • Memahami dan menguasai pelajaran Ilmu Syar'iyyah tingkat menengah yang meliputi: Aqidah, Tafsir, Hadits, Fiqih, dll
  • Memahami dan menguasai Bahasa Arab tingkat menengah
  • Menguasai doa dan praktek ibadah dengan benar
  • Mengerti beberapa mata pelajaran umum penunjang seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan IPS
B.
Ijazah

Disamping mengeluarkan ijazah khusus pesantren, juga mengeluarkan ijazah Negara (melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B)

3.
Program Tsanawiyah / Setingkat SMU (Setingkat SMU Lanjutan dari Mutawasithah)
Putra dan Putri (Terpisah)

A. a Target
a
  • Target hafalan Al Qur'an 10 Juz lanjutan dari Mutawasithah
  • Hafal hadits-hadits ahkam dan umum
  • Memahami dan menguasai pelajaran Ilmu Syar'iyyah tingkat menengah atas yang meliputi : Aqidah, Tafsir, Hadits, Fiqih, dll
  • Memahami dan menguasai bahasa arab tingkat menengah atas
  • Menguasai doa dan praktek ibadah secara benar dan lebih sempurna dengan dalil-dalilnya.
  • Menguasai ilmu-ilmu alat seperti Nahwu, Sharaf, Usul Fiqih dasar, Musthalah hadits, dll.
B.
Ijazah
  • Disamping mengeluarkan ijazah khusus pesantren, juga mengeluarkan ijazah Negara (melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C)
  • Ijazah khusus pesantren, sedang dalam proses muadalah/ akreditasi oleh Universitas Islamiyah Madinah An-Nabawiyah KSA, dan akan terus diusahakan untuk bisa diakui di beberapa perguruan tinggi, dalam maupun luar negri.
4.
Program I'dad Lughawi (1 tahun)
Putra dan Putri (Terpisah)

A. a Tujuan
a
  • Mempersiapkan lulusan SMP/MTS/Sederajat (putra & putri) sebelum memasuki program Tsanawiyah.
B. Target
  • Menguasai dasar-dasar Bahasa Arab dan Ilmu Syar'iyyah setingkat Mutawasithah, sebagai persiapan untuk mengikuti program Tsanawiyah
  • Hafal 3 juz Al-Qur'an : Juz 30, 29 dan 28

KEGIATAN EKSTRA KURIKULER

Disamping pelajaran pokok, para santri juga mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, diantaranya :

  • Pengetahuan Komputer
  • Olah Raga Bela Diri
  • OSPIM (Organisasi Santri Pondok Pesantren Imam Bukhari), yaitu kegiatan yang dikelola oleh para santri untuk menyalurkan minat dan kemampuan mereka dalam bidang tertentu, a.l.: Penerbitan Bulletin Al-Ilmu, Majalah Dinding, Lughah (Bahasa Arab), Muhadhoroh (Ceramah dalam Bahasa Arab atau Bahasa Indonesia), dll
  • Menjahit & Tata Boga (Khusus Puteri)
  • Dan Lain-Lain

PROGRAM BEASISWA

Pondok Pesantren Imam Bukhari memberikan beasiswa kepada santri yang meraih prestasi dengan predikat istimewa. Beasiswa ini diberikan selama santri bersangkutan dapat mempertahankan prestasinya.

FASILITAS

Pada areal yang saat ini kami miliki (seluas lebih kurang 2 ha), alhamdulillah sudah berdiri di atasnya berupa bangunan-bangunan sebagai berikut:

  • 1 Masjid Pusat (Putera)
  • 1 Masjid Ibtida'iyyah (Putera)
  • 1 Masjid (Putri)
  • Ruang Belajar (Kelas)
  • Asrama & Kamar Mandi Santri (Khusus Asrama Ibtida'iyyah Putera, dilengkapi AC)
  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa (2 unit)
  • Laboratorium Komputer
  • Perkantoran
  • Dapur Umum
  • Ruang Makan Santri
  • Perumahan Asatidzah
  • Ruang Kesehatan & Klinik Gigi
  • Sara Keterampilan Santri (Mesin Jahit, Peralatan Tata Boga, Dll.)
  • Sarana Olah Raga
  • Dan Lain-Lain

TENAGA PENDIDIK

Alumni Timur Tengah, Pakistan, LIPIA, Pesantren, Hafidz dan Hafidzah, Perguruan Tinggi, dan tenaga-tenaga ahli lainnya.

PENDAFTARAN DAN TES SELEKSI

A. a ONE DAY SERVICE

Tes seleksi dilaksanakan pada saat pendaftaran (one day service). Calon santri yang datang mendaftar di Pondok Pesantren Imam Bukhari langsung mengikuti serangkaian tes seleksi.
B. WAKTU PENDAFTARAN DAN TES SELEKSI

Agenda
Gelombang I
Gelombang II
Pendaftaran & Tes seleksi 12 Maret – 3 April 2011 21 Mei – 05 Juni 2011
Pengumuman 10 April 2011 12 Juni 2011
Daftar Ulang 10 – 14 April 2011 12 – 15 Juni 2011
C. TEMPAT PENDAFTARAN DAN TES SELEKSI
  • PUSAT:Pondok Pesantren Imam Bukhari
    Jl. Raya Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Solo 57773.
  • PERWAKILAN:
    1. Riau: Ustadz Anas Wahyudi Arif
      Jln. Arbes RT. 05/VI Pangkalan Kerinci Pelalawan
      Riau 28300
      Telp. 081365600966
    2. Palembang: Ustadz Firdaus Dzakir
      Jln. Jendral A. Yani No. 263 Simpang 4 Relly
      (Ruko H. Darman Ruanggap) Prabumulih Sumatra Selatan
      Telp. 08127331014
    3. Jakarta: Abu Maryam
      d.a. Radio Rodja/Masjid Al-Barkah
      Jl. Pahlawan Kp. Tengah RT/RW 03
      Cileungsi, Bogor 16820.
      Telp. 081393717993
    4. Surabaya: Abu Fargan
      Perum Bumi Marina Emas
      Jl. Marina Emas Timur 5/4 Blok C 119
      Keputih Sukolilo Surabaya
      Telp. 08123260601

KHUSUS DI PERWAKILAN :

  • Waktu pendaftaran tanggal 28-31 Maret 2011
  • Tes Seleksi tanggal  2-3 April 2011
D. SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN

1. a Syarat-syarat Umum :
  • Diantar oleh orang tua atau wali calon santri
  • Membayar uang pendaftaran Rp 250.000,-
  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Melampirkan foto kopi akte kelahiran/kenal lahir dari desa 3 lembar
  • Tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan/berat semisal Hepatitis, Epilepsi, Asma, dan lain-lain.
2. Syarat-syarat Khusus :
a. a Program Ibtida'iyyah Qur'an
  • Usia minimal 6 tahun maksimal 7 tahun
  • Sudah mempunyai kemampuan mandiri
  • Ijin tertulis dan pernyataan kesanggupan dari wali
    (disediakan blangko)

b. Program Mutawasithah
  • Telah duduk di kelas terakhir SD/MI/Sederajat
  • Menyerahkan foto copy raport 3 tahun terakhir
    (kelas 4, 5, dan 6)
  • Ijin tertulis dan pernyataan kesanggupan dari wali
    (disediakan blangko)

c. Program I'dad Lughawi
  • Telah lulus atau duduk di kelas terakhir SLTP/Sederajat
  • Menyerahkan foto copy raport kelas 1, 2, dan 3
  • Ijin tertulis dan pernyataan kesanggupan dari wali
    (disediakan blangko)


E. MATERI TES SELEKSI

Materi tes seleksi meliputi:

1.   Tes Lisan

a. Program Ibtida'iyyah:

  • Baca Iqra'
  • Baca Latin

b. Program Mutawasithah/I'dad Lughawi:

  • Baca al-Qur'an

2.   Tes Tertulis

Program Mutawasithah/I'dad Lughawi:

  • Pengetahuan Agama
  • Matematika
  • Bahasa Indonesia

3.   Wawancara anak dan orang tua

4.   Pemeriksaan Kesehatan


KRITERIA SANTRI YANG DITERIMA

  1. Lulus  tes  lisan, tes tertulis, dan  wawancara dengan kualifikasi kelulusan yang ditentukan panitia.
  2. Sehat jasmani dan rohani.

PENGUMUMAN SANTRI YANG DITERIMA

Nama-nama calon santri yang diterima akan diumumkan di situs http://bukhari.or.id atau bisa ditanyakan melalui SMS ke 081393099045, 081329776541 atau telpon ke nomor (0271) 858199 atau datang langsung ke Pondok Pesantren Imam Bukhari.

BIAYA

  • BIAYA PENDAFTARAN RP. 250.000,-
  • SPP/SYAHRIYAH  RP. 500.000,- PER BULAN
  • BIAYA DAFTAR ULANG (LIHAT TABEL BERIKUT) :

AWAL TAHUN PELAJARAN

  • Serah Terima Santri Baru  : 3 Juli 2011 (Wali Santri wajib hadir)
  • Orentasi Santri Baru  : 4 – 7 Juli 2011
  • Awal kegiatan belajar Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011-2012 : 9 Juli 2011

LOKASI PESANTREN

  1. Dari luar kota Solo, menuju arah terminal Tirtonadi Solo, selanjutnya ke arah Purwodadi, + 8 km lagi sampai di pesantren Imam Bukhari
  2. Dari terminal Tirtonadi Solo : Naik minibus jurusan Gemolong/Kaliyoso, turun di pesantren Imam Bukhari + 8 km, atau naik Taxi menggunakan argo + Rp 20.000,-
  3. Dari Stasiun Balapan : Naik Taxi menggunakan argo + Rp 30.000,-
  4. Dari Bandara Adi Sumarmo : Naik Taxi + Rp 80.000,-

INFORMASI LEBIH LANJUT

Jika ada hal-hal atau keterangan lain yang dibutuhkan berkaitan dengan Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Imam Bukhari Tahun Pelajaran 2011-2012, silahkan menghubungi pihak sekretariat :

Alamat : Jl. Raya Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Karanganyar 57773 Solo

Telpon : (0271) 858199

Fax.  : (0271) 858196,

Ponsel : 081393099045, 081329776541

Email :  ppsbppib@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ,  pondok@bukhari.or.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau mukti310571@gmail.com

Kajian Akbar Balikpapan 2011, Ust. Yazid Jawwaz

Posted: 21 Feb 2011 05:57 AM PST

HADIRILAH.!
Kajian akbar Islamiyyah BALIKPAPAN 2011.
Insya Allah Dengan 2 tema:

1. "MULIA DENGAN KAIDAH AHLI SUNNAH WALJAMAAH"
Waktu: Sabtu Pagi, 26 Februari 2011, Pukul 08.00 – Zhuhur.
Tempat: Masjid ISTIQOMAH

2. "KONSEKUENSI CINTA KEPADA RASULULLAH"
Waktu: Ahad Pagi, 27 Februari 2011, Pukul 08.00 – Zhuhur
Tempat: Masjid ISTIQLAL,
(Samping Stadion Persiba Balikpapan)

Bersama AL USTADZ YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS

Jazakallah khoir
JANGAN LUPA AJAK KERABAT ANDA!

CP 0852 4707 7334

Minggu, 20 Februari 2011

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah


Tiada Nabi Lagi Sesudah Beliau!

Posted: 20 Feb 2011 04:00 PM PST

Kaum muslimin… semoga senantiasa dirahmati Allah

Allah ta'ala berfirman,

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

"Muhammad itu bukanlah ayah dari salah seorang lelaki di antara kalian. Akan tetapi, beliau adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah terhadap segala sesuatu Maha mengetahui." (QS. al-Ahzab: 40)

Di dalam kitab tafsirnya, Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

فهذه الآية نص في أنه لا نبي بعده، وإذا كان لا نبي بعده فلا رسول [بعده] بطريق الأولى والأحرى؛ لأن مقام الرسالة أخص من مقام النبوة، فإن كل رسول نبي، ولا ينعكس. وبذلك وردت الأحاديث المتواترة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم من حديث جماعة من الصحابة.

"Ayat ini merupakan dasar hukum yang tegas yang menyatakan bahwa tidak ada lagi nabi setelah beliau. Dan apabila tidak ada Nabi sesudahnya maka itu artinya lebih-lebih lagi tidak ada rasul [setelahnya]. Sebab kedudukan kerasulan itu lebih istimewa daripada kedudukan kenabian. Karena setiap rasul itu pasti nabi, dan tidak sebaliknya. Banyak hadits mutawatir dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melalui penuturan jama'ah para Sahabat yang telah menegaskan hal itu." (Tafsir al-Qur'an al-'Azhim [6/428] asy-Syamilah)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

"…Aku adalah penutup nabi-nabi, [artinya] tidak ada lagi Nabi sesudahku…" (HR. Abu Dawud dll dari Tsauban radhiyallahu'anhu. al-Hafizh berkata: "Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, dinilai sahih oleh Ibnu Hibban", lihat al-Fath [20/131] asy-Syamilah)

Penulis kitab 'Aun al-Ma'bud syarah/keterangan atas Sunan Abu Dawud berkata:

( لَا نَبِيّ بَعْدِي ) : تَفْسِير لِمَا قَبْله

"Tidak ada lagi Nabi sesudahku; Ini merupakan tafsiran dari ucapan sebelumnya [yaitu 'aku adalah penutup nabi-nabi']." ('Aun al-Ma'bud [9/292] asy-Syamilah)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَا الْعَاقِبُ وَالْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ

"Aku adalah al-'Aqib/yang paling belakang; al-'Aqib yaitu [nabi] yang tidak ada lagi nabi sesudahnya." (HR. Muslim dari Jubair bin Muth'im radhiyallahu'anhu)

Berdasarkan ayat dan hadits-hadits yang agung di atas teranglah bagi kita semua kebatilan pendapat yang menyatakan bahwa masih ada nabi setelah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Inilah kebenaran, lantas apa lagi yang masih tersisa setelah kebenaran kecuali kesesatan…

Wa shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil 'alamin.

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Artikel www.muslim.or.id

Jumat, 18 Februari 2011

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah


Selektif dalam Berinfak

Posted: 18 Feb 2011 04:00 PM PST

Allah Ta’ala berfirman,

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الأرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ (٢٧٣)

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. (Al Baqarah: 273).

Dari ayat ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran, diantaranya adalah:

Pertama

Dalam ayat ini, Allah menyebutkan enam kriteria orang yang berhak memperoleh sedekah dari kaum muslimin. Keenam kriteria tersebut yaitu:

Fakir, yaitu orang yang tidak memiliki suatu apapun atau memiliki sedikit kecukupan namun tidak mencukupi kebutuhannya meski setengahnya. Termasuk dalam kriteria pertama ini adalah golongan yang miskin, yaitu mereka memiliki kecukupan yang dapat memenuhi setengah kebutuhannya atau lebih, namun tidak seluruhnya [Tafsir As Sa'di hlm. 341].

Terikat jihad di jalan Allah. Dari keterangan para ahli tafsir firman Allah الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ   mencakup mereka yang mengabdikan diri untuk melakukan ketaatan kepada Allah baik itu berupa jihad maupun yang selainnya sehingga hal tersebut menghalangi mereka untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Tidak mampu berusaha di bumi, yaitu mereka yang tidak dapat pergi (bersafar) mencari sumber penghidupan entah dikarenakan minimnya harta, lemahnya kondisi fisik akibat luka dan cedera, atau alasan yang semisal [Tafsir Al Qur-anil Karim, Surat Al Baqarah 3/367].

Terlihat berkecukupan (kaya), -padahal miskin-, karena memelihara diri dari meminta-minta. Orang-orang yang tidak mengetahui kondisi mereka menduga bahwa mereka itu berkecukupan karena sikap 'iffah-nya dalam hal pakaian, perilaku, dan perkataan.

Memiliki siimah, yaitu tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka itu fakir dan sangat membutuhkan uluran tangan. Hal ini hanya dapat diketahui oleh orang yang jeli dalam mengenal kondisi mereka.

Syaikh Al 'Utsaimin rahimahullah mengatakan, "Firman Allah تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ  maksudnya adalah anda mengetahui kondisi mereka sebenarnya dengan tanda-tanda yang ada pada diri mereka. Apabila seseorang melihat kondisi mereka, maka dia akan menduga bahwa mereka itu berkecukupan, namun jika diperhatikan dengan lebih teliti, maka barulah diketahui bahasanya mereka itu fakir, namun mereka muta'affif (memelihara diri dari meminta-minta)… Hal ini hanya bisa diketahui oleh mereka yang dianugerahi Allah firasat sehingga dapat mengetahui kondisi manusia dengan hanya memperhatikan wajahnya secara sekilas [Tafsir Al Qur-anil Karim, Surat Al Baqarah 3/368].

Sebagian ulama mendefinisikan bahwa yang dimaksud siimah adalah tanda-tanda ketakwaan seperti bekas sujud, kekhusuyu'an dan ketawadhu'an [Tafsir Al Qurtubi 3/322; Asy Syamilah].

Tidak meminta-minta kepada orang secara mendesak. Hal ini bisa berarti bahwa mereka tidak meminta-minta secara mutlak karena pada redaksi sebelumnya disebutkan bahwa mereka memiliki sifat 'iffah. Dengan demikian, mereka tidak meminta-minta kepada manusia sama sekali, baik dengan mendesak atau tidak mendesak. Pendapat ini merupakan pendapat mayoritas ahli tafsir. Bisa juga berarti mereka meminta kepada orang karena teramat butuh, namun tidak mendesak-desak orang agar memenuhi permintaan mereka [Tafsir Al Qurtubi 3/322; Asy Syamilah].

Inilah keenam sifat yang dapat menjadi panduan bagi kaum muslimin untuk memilih kepada siapa sedekah atau infak akan disalurkan.

Kedua

Tidak boleh memberikan sedekah kepada orang yang sanggup untuk bekerja karena Allah berfirman لا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الأرْضِ. Oleh karena itu, harus selektif dalam memberikan sedekah, karena sedekah tidak diberikan kepada mereka yang malas bekerja kemudian mencari jalan pintas dengan meminta-minta.

Anehnya, di negara kita ini banyak orang yang justru enjoy berprofesi sebagai peminta-minta karena malas dan ajaibnya hasil yang diperoleh dari hasil mengemis itu bisa lebih besar dari penghasilan seorang karyawan atau pegawai negeri. Anggaplah mereka fakir harta, tapi mereka bukanlah fakir dari segi fisik. Artinya, mereka itu pada dasarnya sanggup untuk bekerja namun lebih memilih menjadi peminta-minta.

Alhamdulillah, kami melihat sudah ada gerakan nyata untuk mengatasi hal tersebut di daerah seperti di Yogyakarta terdapat gerakan yang menyerukan kepada masyarakat bahwa peduli kepada peminta-minta bukanlah dengan cara memberikan uang kepada mereka.

Ketiga

Pada hakekatnya peminta-minta yang sering ditemui di jalanan tidak dapat dikatakan sebagai orang yang miskin karena nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ليس المسكين الذي ترده الأكلة والأكلتان ولكن المسكين الذي ليس له غنى ويستحيي أو لا يسأل الناس إلحافا

Orang miskin itu bukanlah orang yang meminta-minta satu dua kali makan, tapi orang miskin adalah orang yang tidak memiliki harta yang mencukupi dan malu untuk meminta-minta manusia secara mendesak [Shahih. HR. Al Bukhari: 1406].

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,

يس المسكين الذي يطوف على الناس ترده اللقمة واللقمتان والتمرة والتمرتان ولكن المسكين الذي لا يجد غنى يغنيه ولا يفطن به فيتصدق عليه ولا يقوم فيسأل الناس

Orang miskin itu bukanlah orang yang berkeliling di tengah-tengah manusia untuk meminta-minta satu dua suap makanan, satu dua buah kurma, akan tetapi orang miskin itu adalah orang yang tidak memiliki kekayaan yang mencukupinya dan kemiskinannya tidak diketahui orang, maka sedekah diberikan kepadanya [Shahih. HR. Al Bukhari: 1409].

Keempat

Kapankah seorang bisa dikatakan meminta-minta dengan mendesak? Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa seorang yang meminta-minta sedangkan ia memiliki apa yang mencukupi kebutuhan dirinya sehingga tidak perlu meminta-minta, maka berarti dia telah meminta-minta dengan mendesak [Tafsir Ibn Katsir 1/432; Asy Syamilah] . Lebih jelas lagi nabi shallahu 'alai wa sallam bersabda,

من سأل و له أربعون درهما فهو ملحف

Barangsiapa yang meminta-minta dan ternyata memiliki harta sebanyak 40 dirham maka dia telah meminta-minta dengan mendesak [Hasan Shahih. HR. Ibnu Khuzaimah: 2448].

Kelima

Keutamaan ta'affuf (memelihara diri dari meminta-minta) meski miskin, karena firman Allah يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ  orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah menjelaskan keutamaan bagi mereka yang memiliki sifat ta'affuf dalam sabda beliau,

ومن استعف أعفه الله عز وجل

Barangsiapa yang bersikap 'iffah (menjaga kehormatan diri) niscaya Allah akan menjaga kesuciannya [Hasan Shahih. HR. An Nasaa-i: 2595].

Keenam

Ayat ini merupakan dalil bahwa label fakir boleh disematkan kepada orang yang memiliki pakaian yang cukup mewah karena firman-Nya يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ. Hal itu tidaklah menghalangi pemberian zakat kepada mereka karena dalam ayat ini Allah telah memerintahkan untuk memberi sedekah kepada mereka [Tafsir Al Qurtubi 3/322; Asy Syamilah].

Ketujuh

Seseorang hendaknya memiliki sifat jeli karena Allah ta'ala menyifati orang yang tidak tahu akan kondisi orang-orang yang disebutkan dalam ayat di atas dengan karakter jahil sebagaimana firman-Nya يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ .   

Kedelapan

Isyarat akan adanya firasat berdasarkan firman-Nya تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ karena siimah merupakan tanda yang hanya diketahui oleh mereka yang berfirasat kuat [Tafsir Al Qur-anil Karim, Surat Al Baqarah 3/370].

Kesembilan

Pujian kepada orang yang tidak minta-minta kepada manusia berdasarkan firman Allah لا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا. Karakter ini merupakan salah satu poin perjanjian tatkala nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaiat para sahabat. Sehingga ketika pecut kuda salah seorang sahabat jatuh, dia tidak meminta tolong kepada rekannya untuk mengambilkan demi mengamalkan janji baiat yang telah diucapkannya. Bagaimana hukum meminta kepada orang lain khususnya terkait harta? Meminta harta kepada orang lain tanpa ada kebutuhan yang darurat merupakan perkara yang diharamkan kecuali kita tahu bahwa orang yang dimintai senang apabila ada yang meminta kepadanya. Jika demikian, maka tidak mengapa meminta kepada orang tersebut, bahkan meminta kepadanya dapat bernilai pahala dikarenakan hal itu termasuk perbuatan menyenangkan hati saudaranya [Tafsir Al Qur-anil Karim, Surat Al Baqarah 3/370].

Kesepuluh

Ayat ini menjelaskan keumuman sifat ilmu yang dimiliki Allah karena segala kebaikan yang dikerjakan hamba, Allah mengetahuinya [Tafsir Al Qur-anil Karim, Surat Al Baqarah 3/370].

Waffaqaniyallahu wa iyyakum.

Tangerang, 04 Shafar 1432 H.

Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim

Artikel www.muslim.or.id