Minggu, 03 April 2011

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah


Mencontoh Akhlak Mulia Nabi Ibrahim

Posted: 03 Apr 2011 05:00 PM PDT

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan ora sahabatnya serta orang-orang yang meneladani mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kisah Nabi Ibrahim 'alaihis salam Kholilullah (kekasih Allah)-. Di antara kisah beliau adalah ketika beliau didatangi para malaikat yang akan diutus untuk membinasakan kaum Luth. Para malaikat tersebut terlebih dahulu mendatangi Ibrahim dan istrinya, Sarah untuk memberi kabar gembira akan kelahiran anak mereka yang 'alim yaitu Nabi Allah Ishaq 'alaihis salam. Kisah tersebut disebutkan dalam ayat berikut ini.

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (24) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (25) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (26) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (27) فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (28) فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ (29) قَالُوا كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ (30)

"Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaama”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.” Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.  Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan.” (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak)." (QS. Adz Dzariyat: 24-30)

Menjawab Salam dengan Yang Lebih Baik

Dalam ayat di atas, Allah Ta’ala benar-benar memuji kekasih-Nya, Ibrahim ‘alaihis salam. Para malaikat sebagai tamu tadi, ketika masuk ke rumah beliau, mereka memberikan penghormatan dengan ucapan, "Salaaman". Aslinya, kalimat ini berasal dari kalimat, "Sallamnaa ‘alaika salaaman (kami mendoakan keselamatan padamu)". Namun lihatlah bagaimana jawaban Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam terhadap salam mereka. Ibrahim menjawab, "Salaamun". Maksud salam beliau ini adalah "salaamun daaim ‘alaikum (keselamatan yang langgeng untuk kalian)". Para ulama mengatakan bahwa balasan salam Ibrahim itu lebih baik dan lebih sempurna daripada salam para malaikat tadi. Karena Ibrahim menggunakan jumlah ismiyyah (kalimat yang diawali dengan kata benda) sedangkan para malaikat tadi menggunakan jumlah fi’liyah (kalimat yang diawali dengan kata kerja). Menurut ulama balaghoh, jumlah ismiyyah mengandung makna langgeng dan terus menerus, sedangkan jumlah fi’liyah hanya mengandung makna terbaharui. Artinya di sini, balasan salam Ibrahim lebih baik karena beliau mendoakan keselamatan yang terus menerus. Inilah contoh akhlaq yang mulia dari Nabi Allah Ibrahim ‘alaihis salam. Kita bisa mengambil pelajaran dari sini bahwa hendaklah kita selalu menjawab ucapan salam dari saudara kita dengan balasan yang lebih baik. Sebagaimana Allah Ta'ala pun telah memerintahkan kita seperti itu dalam ayat,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)." (QS. An Nisa': 86)

Bentuk membalas salam di sini boleh dengan yang semisal atau yang lebih baik, dan tidak boleh lebih rendah dari ucapan salamnya tadi. Contohnya di sini adalah jika saudara kita memberi salam: "Assalaamu 'alaikum", maka minimal kita jawab: "Wa'laikumus salam". Atau lebih lengkap lagi dan ini lebih baik, kita jawab dengan: "Wa'alaikumus salam wa rahmatullah", atau kita tambahkan lagi: "Wa'alaikumus salam wa rahmatullah wa barokatuh". Bentuk lainnya adalah jika kita diberi salam dengan suara yang jelas, maka hendaklah kita jawab dengan suara yang jelas, dan tidak boleh dibalas hanya dengan lirih. Begitu juga jika saudara kita memberi salam dengan tersenyum dan menghadapkan wajahnya pada kita, maka hendaklah kita balas salam tersebut sambil tersenyum (bukan cemberut) dan menghadapkan wajah padanya. Inilah di antara bentuk membalas salam dengan yang lebih baik.

Memuliakan Tamu

Dalam cerita Ibrahim ini juga terdapat pelajaran yang cukup berharga yaitu akhlaq memuliakan tamu. Lihatlah bagaimana pelayanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam untuk tamunya. Ada tiga hal yang istimewa dari penyajian beliau:

  1. Beliau melayani tamunya sendiri tanpa mengutus pembantu atau yang lainnya.
  2. Beliau menyajikan makanan kambing yang utuh dan bukan beliau beri pahanya atau sebagian saja.
  3. Beliau pun memilih daging dari kambing yang gemuk. Ini menunjukkan bahwa beliau melayani tamunya dengan harta yang sangat berharga.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bagaimana sebaiknya kita melayani tamu-tamu kita yaitu dengan pelayanan dan penyajian makanan yang istimewa. Memuliakan dan menjamu tamu inilah ajaran Nabi Ibrahim, sekaligus pula ajaran Nabi kita Muhammad ‘alaihimush sholaatu wa salaam. ‘Abdullah bin ‘Amr dan ‘Abdullah bin Al Harits bin Jaz’i mengatakan, "Barangsiapa yang tidak memuliakan tamunya, maka ia bukan pengikut Muhammad dan bukan pula pengikut Ibrahim" (Lihat Jaami’ul wal Hikam, hal. 170). Begitu pula dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya" (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47, dari Abu Hurairah)

Seseorang dianjurkan menjamu tamunya dengan penuh perhatian selama sehari semalam dan sesuai kemampuan selama tiga hari, sedangkan bila lebih dari itu dinilai sebagai sedekah. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

« مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ » . قَالَ وَمَا جَائِزَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ وَالضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ ، فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَلِكَ فَهْوَ صَدَقَةٌ عَلَيْهِ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ »

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia perhatian dalam memuliakan tamunya." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud perhatian di sini, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Yaitu perhatikanlah ia sehari semalam dan menjamu tamu itu selama tiga hari. Siapa yang ingin melayaninya lebih dari tiga hari, maka itu adalah sedekah baginya." (HR. Bukhari no. 6019 dan Muslim no. 48, dari Syuraih Al ‘Adawi). Para ulama menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah seharusnya tuan rumah betul-betul perhatian melayani tamunya di hari pertama (dalam sehari semalam) dengan berbuat baik dan berlaku lembut padanya. Adapun hari kedua dan ketika, hendaklah tuan rumah memberikan makan pada tamunya sesuai yang mudah baginya dan tidak perlu ia lebihkan dari kebiasaannya. Adapun setelah hari ketiga, maka melayani tamu di sini adalah sedekah dan termasuk berbuat baik. Artinya, jika ia mau, ia lakukan dan jika tidak, tidak mengapa (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 21/31). Imam Asy Syafi’i rahimahullah dan ulama lainnya mengatakan, "Menjamu tamu merupakan bagian dari akhlaq yang mulia yang biasa dilakukan oleh orang yang nomaden dan orang yang mukim" (Lihat Syarh Al Bukhari libni Baththol, 17/381). Sudah sepatutnya kita dapat mencontoh akhlaq yang mulia ini.

Berbicara dengan Lemah Lembut

Dalam ayat yang kami bawakan di awal tadi, kita dapat menyaksikan bagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihis salam juga mencontohkan akhlaq berbicara lembut kepada para tamunya. Lihatlah ketika menjawab salam tamunya, beliau menjawab, "Salaamun qoumun munkarun" (selamat atas kalian kaum yang tidak dikenal). Kalimat ini dinilai lebih halus dari kalimat ‘ankartum‘ (aku mengingkari kalian). Begitu pula ketika Ibrahim mengajak mereka untuk menyantap makanan. Bagaimana beliau menawarkan pada mereka? Beliau katakan, "Ala ta’kuluun" (mari silakan makan). Bahasa yang digunakan Ibrahim ini dinilai lebih halus dari kalimat, "Kuluu" (makanlah kalian). Ibaratnya Ibrahim menggunakan bahasa yang lebih halus ketika berbicara dengan tamunya. Kalau kita mau sebut, beliau menggunakan bahasa "kromo" (bahasa yang halus dan lebih sopan di kalangan orang jawa). Inilah contoh dari beliau bagaimana sebaiknya seseorang bertutur kata. Inilah pula yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar." Kemudian seorang Arab Badui bertanya, "Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?" Beliau pun bersabda,

لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

"Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur." (HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad 1/155, hasan)

Demikianlah akhlaq mulia dari Nabi Ibrahim yang seharusnya dapat kita jadikan teladan. Dalam sebuah ayat, Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ

"Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian." (QS. Al Mumtahanah: 6)

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Referensi:

Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, 1392.

Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, Darul Muayyid, cetakan pertama, 1424 H

Qishoshul Anbiya’, ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, 1422 H

Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, Asy Syamilah.

Syarh Riyadhus Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, cetakan ketiga, 1424 H.

Taisir Al Karimir Rahman, ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, 1423 H.

Zaadul Muhajir, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Hadits.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

Sabtu, 02 April 2011

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah


Dinginnya Neraka

Posted: 02 Apr 2011 05:00 PM PDT

Di antara yang menunjukkan akan dinginnya neraka adalah riwayat berikut. Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al Khudri, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إذا كان يوم شديد البرد فإذا قال العبد : لا إله إلا الله ما أشد برد هذا اليوم : اللهم أجرني من زمهرير جهنم قال الله تعالى لجهنم : إن عبدا من عبادي استجار بي من زمهريرك و إني أشهدك أني قد أجرته قالوا ما زمهرير جهنم قال : بيت يلقى فيه الكفر فيتميز من شدة البرد

"Jika hari begitu amat dingin, lalu seorang hamba mengucapkan 'Laa ilaha illallah, maa asyaddu bardin hadzal yaum: Allahumma aajirni min zamharir jahannam' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah begitu dingin hari ini. Ya Allah,  selamatkanlah aku dari dingin bekunya jahannam). Allah Ta'ala kemudian berfirman kepada jahannam, "Sesungguhnya di antara hamba-Ku, meminta perlindungan pada-Ku dari dingin bekumu, dan aku bersaksi padamu bahwa aku telah melindungi dari dingin tersebut." Mereka berkata, "Apa itu zamharir jahannam?" Dia menjawab, "Itu adalah rumah yang orang kafir dilemparkan di dalamnya, lantas mereka terasing karena saking dinginnya."[1]

Dalam hadits muttafaqun 'alaih, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِى بَعْضًا. فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِى الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِى الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ

"Neraka berkata; ‘Ya Rabbi, kami memakan satu sama lainnya, (maka izinkanlah kami untuk bernapas!)’ Maka Allah mengizinkan untuk bernapas dua kali, napas ketika musim dingin dan napas ketika musim panas. Hawa yang amat panas, itu adalah dari panasnya neraka. Hawa yang amat dingin, itu adalah dari dinginnya (dingin bekunya) neraka."[3]

Lihatlah yang Terjadi pada Penduduk Neraka!

Dari Ka'ab, ia berkata, "Sesungguhnya di neraka terdapat dingin yaitu zamharir (dingin yang amat beku), yang ini bisa membuat kulit-kulit terlepas hingga mereka (yang berada di neraka) meminta pertolongan pada panasnya neraka."

'Abdul Malik bin 'Umair berkata, "Telah sampai padaku bahwa penduduk neraka meminta pada penjaga neraka untuk keluar pada sisi neraka. Mereka pun keluar ke sisi, namun mereka disantap oleh zamharir atau dinginnya neraka. Hingga mereka pun akhirnya kembali ke neraka. Dan mereka menemukan dingin yang tadi mereka dapatkan."[4]

Al Qur'an Membicarakan Tentang Dinginnya Neraka

Hal ini dapat kita lihat pada surat An Naba', Allah Ta'ala berfirman,

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا (24) إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا (25) جَزَاءً وِفَاقًا (26)

"Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan ghossaq, sebagai pambalasan yang setimpal." (QS. An Naba': 24-26).

Allah Ta'ala juga berfirman,

هَذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ

"Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin (ghossaq)." (QS. Shaad: 57)

Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Yang dimaksud ghossaq adalah dingin beku dari neraka, dan seseorang seperti terpanggang dengannya." Mujahid rahimahullah berkata, "Ghossaq adalah sesuatu yang tidak mampu seseorang sentuh karena begitu dinginnya." Ada ulama pula yang mengatakan, "Ghossaq adalah dingin yang baunya begitu busuk".[5]

Faedah

  1. Neraka bukan hanya panas, juga mengalami dingin (yang amat dingin).
  2. Hawa yang amat panas, itu adalah dari panasnya neraka. Hawa yang amat dingin, itu adalah dari dinginnya neraka.
  3. Cuaca yang amat panas dan dingin seharusnya mengingatkan kita akan neraka, sehingga kita pun seharusnya meminta perlindungan pada Allah dari siksanya yang begitu mengerikan.

Do'a yang Amat Bagus untuk Dihafal

Do'a ini amat baik untuk dihafal, berisi permintaan agar dimasukkan ke surga dan dilindungi dari neraka.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا

"Allahumma inni as-alukal jannah, wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw 'amal, wa a'udzu bika minan naari wa maa qorroba ilaiha min qoulin aw 'amal, wa as-aluka an taj'ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo" (Ya Allah, aku meminta surga pada-Mu serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari neraka serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, jadikanlah setiap takdir yang Engkau peruntukkan untukku adalah baik)[6]

Semoga Allah menyelematkan kita dari siksa Jahannam dengan karunia dan kemuliaan-Nya.

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.

Referensi:

Lathoif Al Ma'arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islam, hal. 574-576.

Khutbah Jum'at oleh Syaikh Hammad Al Hammad, 11 Muharram 1432 H di Masjid Kabir Jami'ah Malik Su'ud (King Saud University)

Program Hadits Maktabah Asy Syamilah

Riyadh-KSA, on 13rd Muharram 1432 H (19/12/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id


[1] Dikeluarkan oleh As Suhami dalam Tarikh Jarjaan (978), dari Lahiq bin Husain Al Maqdisi dan dia adalah di antara perowi yang memasulkan hadits. Lihat biografi di Lisanul Mizan. Dicuplik dari footnote Lathoif Al Ma'arif, hal. 574.

[3] HR. Bukhari no. 3260 dan Muslim no. 617, dari Abu Hurairah.

[4] Lathoif Al Ma'arif, hal. 575.

[5] Idem.

[6] HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad (6/133), dari Ummu Kultsum binti Abi Bakr, dari 'Aisyah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Artikel Islami Terbaru Setiap Hari Dengan Google Reader

Posted: 01 Apr 2011 06:52 PM PDT

Bagi para penjelajah dunia maya wajib tahu tentang RSS. Teknologi RSS memungkinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler. Alhamdulillah sekarang sudah banyak bermunculan situs dan blog para ustadz dan penuntut ilmu agama yang berisi ilmu-ilmu Islam yang bermanfaat yang selalu ada artikel-artikel baru setiap harinya. Nah, dengan memanfaatkan RSS, kita tidak perlu mendatangi semua situs tersebut untuk mengecek artikel terbaru yang diterbitkan oleh situs-situs tersebut.

Memanfaatkan layanan RSS dari sebuah web sering diistilahkan dengan ‘berlangganan RSS’. Mungkin terbayang di benak anda, seperti berlangganan sebuah koran. Selain itu, kita juga membutuhkan satu piranti lagi yaitu pengumpul RSS atau dikenal dengan RSS Reader. Kita ibaratkan RSS Reader adalah kotak tempat pengantar koran menaruh koran yang kita langgani. Namun, berbeda dengan langganan koran atau majalah, untuk berlangganan RSS tidak diperlukan biaya, gratis. Dengan menggunakan RSS Reader ini kita bisa membaca info dari beberapa situs sekaligus dalam 1 halaman saja. Dengan teknologi ini, kita bisa menggunakannya untuk membaca artikel-artikel dari situs-situs Islami dengan lebih mudah dan selalu terupdate setiap hari.

Salah satu layanan RSS Feed gratisan adalah Google Reader. Saya suka layanan google karena khas dengan tampilan sederhana, AJAX dan fiturnya yang banyak. Juga pada Google Reader ini. Silakan login dengan account google anda pada alamat http://google.com/reader . Klik pada tulisan "Add Subscription" dan masukan alamat link RSS situs yang ingin dilanggani artikelnya. Misalnya untuk situs http://muslim.or.id ini memiliki alamat RSS http://muslim.or.id/feed (anda dapat meng-klik tombol bertuliskan "RSS"). Atau cara yang lebih mudah, akses situs http://muslim.or.id dengan Mozilla Firefox dan klik tombol bertuliskan "RSS", lalu pilih Google Reader sebagai RSS Reader anda. Lakukan hal serupa untuk situs Islami yang lain. Hasilnya, dengan mengakses http://google.com/reader anda mendapatkan artikel-artikel Islami terbaru setiap harinya.

Hebatnya, info yang anda dapatkan dari beberapa situs tersebut secara otomatis disortir oleh Google Reader sehingga info yang muncul paling atas adalah info artikel yang paling segar dan baru. Selain itu anda juga bisa memberi rate pada setiap artikel untuk penanda dan pengingat jika suatu hari ingin dilihat kembali. Jika ingin memberitahu sebuah artikel pada teman, dapat dilakukan dengan meng-klik tombol "email" kita dapat mengirimkannya dengan account Google Mail yang kita miliki.

Pemanfaatan teknologi RSS ini tidak hanya untuk berlangganan artikel Islami saja, namun untuk semua info yang ada di internet. Setiap situs apa saja yang menyediakan RSS Feed dapat kita jaring infonya dengan Google Reader, semisal situs lowongan pekerjaan. Semoga bermanfaat.

Penulis: Yulian Purnama, S.Kom.
Artikel Muslim.Or.Id

Jumat, 01 April 2011

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Muslim.or.id: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah


Program Dakwah Berkelanjutan Bagi Korban Erupsi Merapi

Posted: 01 Apr 2011 08:40 AM PDT

Bismillah, as sholatu was salamu 'ala rasulillah. Amma ba'du.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, semoga Allah senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita

Kegiatan dakwah pasca bencana di lereng Merapi -khususnya di kecamatan Cangkringan- sampai hari ini (Jum'at, 1/4/2011) telah memasuki bulan ke-5. Sebagian besar pengungsi telah meninggalkan barak-barak mereka menuju shelter-shelter yang telah dibangun oleh pemerintah bersama elemen masyarakat yang lain. Meskipun demikian, bukan berarti dakwah bagi korban erupsi sudah berhenti.

Masjid-masjid dan musholla-musholla, di area pemukiman maupun di shelter masih kami kunjungi untuk pelaksanaan kegiatan dakwah; khutbah jum'at, penyebaran buletin, pengajian rutin, kerja bakti, dan terkadang juga disertai bakti sosial. Hal ini telah menjadi komitmen kami Posko Dakwah dan Sosial Al-Atsari yang diusung bersama oleh 3 komponen utama: Islamic Center Bin Baaz, Ponpes Jamilurrahman, dan Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Dakwah tauhid dan sunnah di kawasan bencana ini harus tetap dijalankan, apa pun resikonya.

Hal itu tidak lain, karena kita bersama telah meyakini bahwa tauhid dan sunnah inilah yang akan mendatangkan kemaslahatan hidup yang hakiki, ketentraman, keamanan, petunjuk, dan kebahagiaan yang sejati bagi umat manusia dan segenap penduduk negeri. Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (syirik) mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah yang diberikan petunjuk." (QS. al-An'am: 82). Allah ta'ala berfirman (yang artinya),"Pada hari itu -kiamat- tidak berguna harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat." (QS. asy-Syu'ara': 88-89)

Posko Dakwah dan Sosial Al-Atsari, sangat bersyukur kepada Allah atas taufik yang diberikan Allah kepada kami, sehingga kegiatan dakwah yang kami lakukan –walaupun tentu saja banyak kekurangan disana-sini– masih bisa berjalan dan berusaha mewarnai kehidupan kaum muslimin korban erupsi dengan sentuhan rohani penyejuk hati.

Tercatat beberapa pengajian rutin yang telah diagendakan di Cangkringan. Di antaranya adalah; pengajian rutin di Shelter Gondang I setiap pekan 3 kali; selasa, kamis dan sabtu, waktu ba'da maghrib – isyak. Kemudian, pengajian rutin di Masjid an-Nur Pagerjurang sepekan sekali setiap hari Kamis ba'da maghrib – isyak. Selain itu, pengajian rutin di Masjid al-Mujahidin Plosokerep sepekan sekali setiap hari Kamis ba'da maghrib juga. Pengajian rutin ba'da maghrib juga setiap Sabtu di Masjid al-Mujahidin Bronggang dan musholla Shelter Plosokerep II.

Selain pengajian rutin, khutbah Jum'at juga kami adakan di beberapa masjid, di antaranya di: Masjid an-Nur Pagerjurang, masjid Baiturrahim Kopeng –sedang dibangun oleh Bank Muamalat–, masjid al-Mujahidin Plosokerep, masjid al-Mujahidin Bronggang, masjid al-Ikhlas Tegalbarep, masjid Shelter Gondang I, dan lain-lain.

Selain itu, setiap hari Kamis dan Jum'at, ICBB (Islamic Center Bin Baaz) juga mengirimkan santri-santrinya untuk mengajar TPA di masjid-masjid di Cangkringan, antara lain di: masjid Shelter Gondang I, masjid Singlar, masjid al-Ikhlas Tegalbarep.

Ke depan, kami juga akan melanjutkan program bimbingan belajar untuk siswa SD di Shelter dan masjid-masjid binaan. Lebih jauh lagi, pembangunan Moslem Center Merapi (MCM) yang sedang melalui proses pengurusan wakaf juga menjadi kegiatan pokok yang terus akan kami wujudkan, dengan pertolongan Allah ta'ala tentu saja.

Halangan, rintangan dan hambatan, tidak pernah sepi dari perjalanan kami. Kesibukan dakwah para ustadz di berbagai tempat, kesibukan rekan-rekan relawan yang masih kuliah maupun yang telah menekuni dunia kerja, dan berbagai kendala lainnya harus kami hadapi demi terlaksananya proyek dakwah ini.

Tiada harapan yang kami miliki selain keistiqomahan di atas jalan dakwah yang haq ini hingga ajal menghampiri. Semoga dengan perantaraan dakwah ini saudara-saudara kita di lereng Merapi bisa menikmati keindahan ajaran tauhid dan Sunnah nabi yang suci. Dukungan dan doa dari kaum muslimin bagi suksesnya program ini sangat menggembirakan hati kami.

Wa layanshurannallahu man yanshuruh, innallaha laqawiyyun 'aziiz

Wa shallallahu 'ala nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi wa sallam.
Walhamdulillahi Rabbil 'alamin.

Alamat e-mail: ypiapeduli[at]yahoo.com
Website: http://ypia.or.id

April Mop, Budaya Jahiliyah

Posted: 01 Apr 2011 04:00 AM PDT

Prolog :

April Mop, dikenal dengan "April Fools' Day" dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari ini, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara, lelucon hanya boleh dilakukan sebelum siang hari. (April Fool's Day BBC)

Ironinya budaya ini pun diikuti oleh sebagian kaum muslimin dengan latahnya. Untuk itulah, saya menurunkan ulasan dari seorang ahli hadits terkenal, DR. Âshim al-Qaryûtî, murid ahli hadits zaman ini, Muhammad Nâshiruddîn al-Albânî. DR. 'Âshim dikenal sebagai seorang peneliti dan pembahas ulung, yang biasa berkutat di manuskrip-manuskrip dan naskah kuno peninggalan ulama salaf. Bahkan beliau lah yang ditugasi untuk merawat dan merestorasi manuskrip-manuskrip di Perpustakaan Universitas Islam Madinah. (Abu Salma)

Fadhîlah asy-Syaikh, DR. 'Âshim al-Qaryûtî hafizhahullâhu berkata :

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبيه الصادق الأمين إمام المتقين وبعد

Segala puji hanyalah milik Alloh Pemelihara semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi-Nya yang Jujur lagi tepercaya, penghulu hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Wa ba'd :

Sesungguhnya dusta/bohong itu merupakan penyakit besar, karena bohong termasuk dosa yang paling buruk dan cela (aib) yang paling jelek. Dusta juga dijadikan sebagai indikasi dan tanda-tanda kemunafikan dan pelakunya dianggap jauh dari keimanan. Rasulullâh Shallallâhu 'alaihi wa Sallam sendiri adalah orang yang paling benci dengan kedustaan. Dusta dan iman tidak akan pernah bersatu kecuali salah satunya pasti mendepak yang lainnya. Dusta itu menimbulkan keraguan dan kerusakan bagi pelakunya.

Sesungguhnya, menyerupai orang kafir (tasyabbuh bil kufroh) itu dilarang di agama kita, bahkan kita diperintahkan untuk menyelisihi orang kafir. Karena sesungguhnya menyerupai mereka walaupun hanya sekedar lahiriyah saja, namun ada kaitannya dengan batiniyah. Sebagaimana ditunjukkan oleh dalil-dalil al-Qur`ân dan sunnah nabawiyah. Cukuplah kiranya bagi kita sabda Nabi Shallallâhu 'alaihi wa Sallam :

ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي القلب

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, yang apabila segumpal daging itu baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila buruk maka buruklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati."

Dan bahaya yang paling besar di dalam menyerupai orang kafir itu adalah, apabila perkaranya berkaitan dengan urusan i'tiqâdî (keyakinan).

Ritual "April Mop" merupakan bentuk taklid buta. Betapa sering kita melihat dan mendengar ritual bohong ini berimplikasi buruk, menimbulkan rasa dengki, dendam, saling memutus sillaturrahim dan saling membelakangi diantara manusia. Betapa sering ritual bohong ini menyebabkan terjadinya keretakan ukhuwah (persaudaraan) dan percekcokan di dalam keluarga. Betapa sering hal ini membuahkan keburukan dan menyebabkan kerugian baik materil maupun moril, dan lain sebagainya. Dan ini semua disebabkan oleh taklid, membebek kepada kebiasaan kuno mayoritas bangsa Eropa.

Adapun bulan April merupakan bulan keempat dari tahun masehi (gregorian). April sendiri asalnya merupakan derivasi kata dari bahasa Latin "Aprilis" di dalam sistem kalenderisasi Romawi kuno. Bisa juga merupakan derivat kata dari predikat (kata kerja) bahasa Latin "Arerire" yang berarti "membuka" (fataha), yang menunjukkan permulaan musim semi, ketika kuntum bunga bermunculan dan bunga-bunga bermekaran.

Bulan April merupakan permulaan tahun yang menggantikan bulan Januari (Kânûn ats-Tsânî, bahasa Suryani, pent.) di Perancis. Pada Tahun 1654, Raja Perancis, Charles VII memerintahkan untuk merubah awal tahun menjadi bulan Januari menggantikan bulan April. Adapula penjelasan lain yang mengembalikan sebagian (kalenderisasi) kepada Greek (Yunani), sebab bulan April adalah permulaan musim semi. Bangsa Romawi mengkhususkan hari pertama bulan April untuk merayakan hari "Venus", yang merupakan simbol kasih sayang, keindahan, kesenangan, riang tawa dan kebahagiaan. Para janda dan gadis-gadis berkerumun di Roma tepatnya di kuil Venus, mereka menyingkapkan kekurangan (cacat) fisik dan mental mereka, berdoa kepada dewi Venus supaya menutup cacat ini dari pandangan pasangan mereka.

Adapun bangsa Saxon, mereka merayakan di bulan ini untuk memperingati dewa-dewa mereka, hari "Easter" (Paskah), yang merupakan salah satu dewa kuno, nama yang sekarang dikenal sebagai festival paskah menurut kaum kristiani di dalam bahasa Inggris.

Setelah ulasan di atas, jelaslah bagi kita bahwa bulan April ini memiliki urgensi yang spesial di tengah-tengah bangsa Eropa kuno.

Belum diketahui asal muasal ritual kebohongan ini (April Mop) secara khusus dan ada beberapa versi pendapat tentangnya. Sebagiannya berpendapat bahwa ritual ini berkembang beserta dengan perayaan muslim semi, yang dirayakan siang malam pada tangga 21 Maret.

Sebagian lagi berpandangan bahwa bid'ah ini bermula di Perancis pada tahun 1564, setelah pewajiban kalenderisasi baru –sebagaimana telah berlalu penjelasannya-, ada seseorang yang menolak kalenderisasi baru ini, maka pada hari pertama bulan April, dia menjadi korban sejumlah orang yang mempermalukan dirinya dan mencemoohnya sehingga jadilah hari ini sebagai waktu untuk mengolok-olok orang lain.

Sebagian lagi berpendapat bahwa bid'ah ini meluas hingga ke zaman kuno dan perayaan paganis, disebabkan korelasinya yang erat dengan historinya yang spesifik pada permulaan musim semi, yaitu merupakan peninggalan ritual paganis yang tersisa. Ada juga yang mengatakan bahwa berburu (menangkap ikan) di sebagian negeri akan mendapatkan jumlah yang sedikit di permulaan hari penangkapan pada sebagian besar waktu. Dan inilah yang menjadi landasan rituan kebohongan yang terjadi pada awal bulan April.

Masyarakat Inggris memberikan nama pada hari awal bulan April sebagai hari untuk semua canda tawa dan lelucon, "All Fools Day". Mereka mengisinya dengan perbuatan bohong yang terkadang dikira benar oleh orang yang mendengarnya, sehingga ia menjadi korban/obyek cemoohan.

Ritual April Mop ini, disebutkan pertama kali ke dalam bahasa Inggris di Majalah "Drakes Newsletter" yang diterbitkan pada hari kedua bulan April tahun 1698 M. Majalah ini menyebutkan bahwa sejumlah orang menerima undangan untuk menghadiri proses 'bilasan hitam' di tower London pada pagi hari awal bulan April.

Diantara kejadian populer yang pernah terjadi di Eropa pada awal April adalah surat kabar berbahasa Inggris "Night Star" pada tanggal 31 Maret 1864 mengumumkan bahwa besok –awal April- akan diadakan pelepasan keledai massal di lahan pertanian kota Aslington Inggris, maka orang-orang pun berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hewan tersebut dan dan berkerumun sembari berbaris menunggu. Setelah menunggu cukup lama, mereka pun bertanya kapan waktu dilepaskannya keledai-keledai tersebut, dan mereka tidak mendapati apa-apa. Akhirnya mereka pun sadar bahwa mereka (telah terkecoh) datang dengan bergerombol dan berkerumun seakan-akan mereka inilah keledainya!!!

Apabila Anda terheran-heran, maka lebih mengherankan lagi apa yang diduga oleh sebagian orang tentang kebohongan ini ketika mereka terkecoh, dengan serta merta mereka berteriak, "april mop"! Seakan-akan mereka menghalalkan kebohongan, wal'iyâdzu billâh. Kami mengetahui bahwa kedustaan itu tidak boleh walaupun hanya untuk bercanda. Nabi Shallallâhu 'alaihi wa Sallam bersabda :

ويل للذي يحدث بالحديث ليضحك به القوم فيكذب، ويل له، ويل له

"Celakah orang yang bercerita untuk membuat suatu kaum tertawa namun ia berdusta, celaka dirinya dan celaka dirinya."

Memang, telah tetap (hadits-hadits yang menjelaskan) bahwa Rasulullâh Shallallâhu 'alaihi wa Sallam pernah bercanda, akan tetapi beliau tidak pernah berkata di dalam candanya melainkan kebenaran. Canda Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa Sallam ini, di dalamnya terdapat nilai kebaikan bagi jiwa para sahabatnya, menguatkan rasa cinta, menambah persatuan, dan meningkatkan semangat dan kekuatan. Yang menunjukkan hal ini adalah sabda beliau Shallallâhu 'alaihi wa Sallam :

والذي نفسي بيده لو تداومون على ما تكونون عندي من الذكر لصافحتكم الملائكة على فرشكم وفي طرقكم، ولكن يا حنظلة ساعة وساعة

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian selalu berada dalam kondisi sebagaimana ketika berada di sisiku dan terus-menerus sibuk dengan dzikir niscaya para malaikat pun akan menyalami kalian di atas tempat pembaringan dan di jalan-jalan kalian. Namun, wahai Hanzhalah. Ada kalanya begini, dan ada kalanya begitu." Beliau mengucapkan sebanyak tiga kali.

Perlu dicatat, bahwa kebanyakan bercanda itu dapat merusak murû`ah (kewibawaan) seseorang dan merendahkan dirinya, walaupun meninggalkan semua bentuk canda menyebabkan kepahitan (hidup) dan jauh dari sunnah dan sirah nabawiyah. Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan. Di antara keburukan banyak bercanda adalah melalaikan dari mengingat Allah, menyebabkan hati menjadi keras, membawa sikap dendam dan hilangnya kasih sayang. Bercanda menyebabkan banyak tertawa sehingga dapat mengeraskan hati. Secara umum, bercanda itu sepatutnya tidak dilakukan secara terus menerus dan menjadi kebiasaan. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallâhu 'alaihi wa Sallam. Demikianlah akhir dari seruan kami, segala pujian hanyalah milik Allah Rabb semesta alam.

Sumber : http://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=3819

Penerjemah: Abu Salma

Artikel www.abusalma.net, dipublish ulang oleh www.muslim.or.id